Minggu, 23 November 2014

CURRICULUM VITAE



CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI
   1.    Nama Lengkap                           : M.Hijrah Wahyu Mahdika
   2.    Tempat,Tanggal Lahir                  : Bogor,1 juni 1995
   3.    Domisili                                     : Depok
   4.    Jenis Kelamin                            : Laki-Laki
   5.    Agama                                      : Islam
   6.    Status                                       :Belum Menikah
    (belum menikah/menikah)
   7.    Telepon                                      : 087783875726
   8.    E-mail                                        :dikahijrah@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN
A.FORMAL
   1.    (2001-2007) SDN Palsigunung – Depok
   2.    (2007-2010) MTS Negeri 7 – Jakarta
   3.    (2010-2013) SMK Pondok karya pembangunan – Jakarta
   4.    (2013-sekarang) Universitas Gunadarma – Depok
B.INFORMAL
 (Okt 2013 – Jan 2014) Prakerin Di PT.Telkom Indonesia

Kemampuan
   1.    Menguasai Komputer ( MS.Word,Excel,Power Point )
   2.    Menguasai Program Xisco Packet Tracker

HAL HAL PENTING YANG DIBUTUHKAN DALAM SUATU ORGANISASI



A.   HAL HAL YANG DIBUTUHKAN  DALAM  MEMBENTUK SUATU ORGANISASI

Menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik,yaitu :

Visi dan Misi.
visi adalah suatu tujuan yang akan digunakan sebagai target yang harus dicapai oleh suatu organisasi. Misi adalah hal-hal yang harus di lakukan untuk mencapai suatu visi ( tujuan ).jadi dalam suatu organisasi para anggota organisasi tersebut harus mempunyai visi dan misi yang sama agar organisasi dapat berjalan dengan baik

Management.
Management menyangkut bagaimana kita mengatur dan mengolah sumber daya perusahaan agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan anggotanya.

Human Resources ( Sumber Daya Manusia ).
Manajemen atau System tidak akan berjalan dengan baik jikalau sumber daya manusia tidak dapat mendukungnya. Untuk itu diperlukan tenaga professional yang dapat mendukung berjalannya sebuah organisasi.

Teknologi Informasi.
Seperti kita ketahui perkembangan teknologi informasi sudah menjadi salah satu komponen penting dalam organisasi. Baik itu dalam menunjang operasional perusahaan ataupun sebagai lembaga pembelajaran anggotanya yang mungkin kita kenal sekarang dengan istilah e-learning organization bahkan knowledge-based organization.

Dana Operasional.
Seperti kita ketahui setiap kegiatan organisasi hampir-hampir tidak pernah terlepas dengan apa yang disebut dana. Tanpa dana hampir mustahil sebuah kegiatan organisasi dapat dilaksanakan.




 Selain itu juga ada beberapa hal penunjang agar sebuah organisasi berjalan semakin baik,berikut adalah beberapa hal penunjang agar sebuah organisasi dapat berjalan baik dan sukses :

Kepemimpinan
tanpa adanya pemimpinan yang punya sikap tanggap, tegas, tanggung jawab, kemampuan yang lebih, dan konsisten dengan tanggung jawab. sebuah organisasi tidak akan bisa maju dan baik.
Anggota atau pengurus di masing-masing program
jika kepengurusan tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik organisasi juga tidak akan maju atau konsisten.
Tempat atau kantor
sebuah organisasi yang baik juga di tunjukan dengan adanya sebuah kantor atau tempat(basecamp)
Jaringan
 ini juga termasuk salah satu yang menunjang organisasi itu di katakan baik, banyaknya jaringan yang di bangun ini semakin menunjukan organisasi itu bisa di katakan organisasi yang baik atau maju.
Komunikasi dalam organisasi
jika dalam satu ruang organisasi tidak ada komunikasi yang baik, bahkan tidak ada keterbukaan dalam satu ruang yang beda pemikiran juga beda tujuan. sehingga tidak ada penyelesaian atau jalan keluar untuk memecahkan suatu masalah. organisasi itu tidak akan bisa bekerja dengan maksimal dan hasilnya juga tidak maksimal.
Managemen
organisasi yang baik managemennya juga harus baik, tersusun dengan rapi dan terorganisir dengan baik.
Budaya dalam keorganisasian
yang di maksud dengan budaya disini adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam organisasi. entah itu kebiasaan yang baik atau kebiasaan yang tidak baik, seperti tidak ada keseriusan dalam menjalankan tugas, mengabaikan waktu yang sudah menjadi kesepakatan ¨tidak tepat waktu¨dan lain-lainnya.


PERBEDAAN ORGANISASI NIAGA DAN ORGANISASI SOSIAL.



PERBEDAAN ORGANISASI NIAGA DAN ORGANISASI SOSIAL.

A.    Organisasi Niaga.
Organisasi Niaga Adalah Suatu organisasi yang sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan. Organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat ini, dengan faktor ekonomi yang semakin berkembang menjadikan Organisasi Niaga semakin pesat pula. Adapun Macam-Macam Organisasi Niaga Antara Lain:

1.Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas dahulu disebut Naamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.

2.Perseroan Komanditer (CV)
Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

3.Firma (FA)
Firma adalah persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pendirian sebuah firma dilakukan dengan membuat akta perjanjian di hadapan notaris. Perjanjian tersebut memuat nama pendiri firma, cara pembagian keuntungan firma, serta waktu mulai dan berakhirnya perjanjian firma.

4.Koperasi
Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1).

5.Join Ventura
 Joint Ventura atau Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.

 6.Trust
Trust atau kepercayaan yaitu suatu kepercayaan dari atasan untuk bawahan atau sebaliknya. Hubungan tersebut merupakan hal yang sangat penting agar kerjasama dapat tercipta dengan efektif. Bentuk trust yang muncul sangat jelas terjadi ketika atasan dan bawahan saling mengenal Knowledge Based Trust atau pengetahuan berdasarkan kepercayaan , namun baik di awal hubungan mereka ketika mereka masih menjadi stranger atau orang asing.

7.Kartel
Kartel adalah kelompok produsen mandiri yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai dan kompetisi.

8.Holding Company
Perusahaan induk atau Holding Company adalah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan. Melalui pengelompokan perusahaan ke dalam induk perusahaan, bertujuan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai pasar perusahaan (market value creation).


B.      Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.











C.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas yang dikutip dari beberapa sumber,saya dapat menarik kesimpulan bahwa :
organisasi niaga adalah sebuah organisasi yang dibentuk berdasarkan kebutuhan financial atau memiliki kepentingan yang lebih mengarah material.dalam kata lain, organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya dari organiasasi ini.
organisasi social adalah sebuah organiasasi yang dibentuk oleh sebuah kelompok atau masyarakat yang dimana tujuan dari organisasi ini lebih mengarah untuk saling berbagi antara satu sama lain. Didalam organisasi ini tidak mengharapkan sebuah imbalan baik dalam bentuk financial atau pun material.
Didalam masyarakat kita atau dalam kehidupan sehari-hari jumlah dari organisasi niaga dan organisasi social lebih banyak keberadaannya dimasyarakat dari pada organisasi social. Padahal, organisasi-organisasi social sangat amat di butuhkan untuk menyentuh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Serta, banyak organisasi social yang masih bergantung pada keberadaan organisasi niaga.

D. Sumber
http://sevenfold07.blogspot.com/2012/11/pengertian-organisasi-niaga-sosial.html
http://taufikmaulanaa.blogspot.com/2014/11/perbedaan-organisasi-niaga-organisasi.html

Jumat, 17 Oktober 2014

Sistem Manajemen DanSistem Organisasi Dari Salah Satu Perusahaan Industri Teknologi

Sistem Manajemen dan Sistem Organisasi dari Salah Satu Perusahaan Industri Teknologi 

Saya mengambil contoh dari perusahaan terkenal dan ternama diseluruh dunia, yaitu eBay.
eBay adalah pasar online dunia, sebagai tempat bagi pembeli dan penjual yang ingin berdagang apa saja. Diluncurkan tahun 1995, eBay diawali sebagai tempat untuk berdagang barang koleksi dan barang yang sulit ditemukan. Sejak saat itu, eBay berkembang menjadi pasar online terbesar dimana Anda dapat menemukan segala sesuatu, dari ponsel dan DVD hingga pakaian, barang koleksi dan mobil. 

eBay memiliki struktur manajemen yang sangat baik, dimana didalamnya terdapat aspek aspek penting guna menunjang kegiatan perusahaan eBay tersebut. aspek penting yang dilihat adalah aspek struktur keorganisasian, aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek produk, dan aspek tenaga kerja. eBay juga mempunyai sistem manajemen hubungan konsumen. sistem ini merupakan aspek penting dalam menjaga hubungan dengan para konsumen dengan mengutamakan kualitas layanan yang diberikan karena merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan dan lelang secara online.

Struktur organisasi di perusahaan Ebay memiliki chairman yaitu Pierre Omidyar dan CEO Meg Whitman serta karyawan. Dimana masing masing tugas dan wewenang Chairman adalah posisi tertinggi di perusahaan dan bertugas memanage perusahaan, CEO bertugas mewakili perusahaan itu untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan lainnya, karyawan bertugas menjalankan operational sehari-hari perusahaan




Kesimpulan 
Dari tulisan yang saya buat,saya dapat menyimpulkan bahwa sistem manajemen dan sistem organisasi merupakan suatu kesatuan saling berhubungan yang ada didalam tubuh suatu perusahaan. sebagai contoh pada perusahaan eBay, dimana perusahaan eBay memiliki sistem manajemen yang didalamnya terdapat sebuah hubungan atau relasi dengan konsumen. sehingga si perusahaan dengan mudah menjalin kerjasama yang baik dengan si konsumen. Dengan sistem manajemen yang baik, harus diikuti pula dengan struktur organisasi yang sama baiknya . organisasi dikatakan baik jika terdapat kedudukan, tujuan dan tugas yang jelas dan dijalankan dengan baik oleh semua komponen yang ada diperusahaan. dapat dilihat dari struktur keorganisasian perusahaan eBay, dimana posisi tertinggi ditempati Chairman, kemudian CEO dan para karyawan dengan membentuk sebuah sistem dengan masing masing tugasnya.
Referensi



Kamis, 16 Oktober 2014

Hubungan Manajemen,Tata kerja dan Organisasi

 Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen, Organisasi Dan Tata Kerja
A. Manajemen dan Organisasi

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi.

B. Manajemen dan Tata Kerja

Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :

a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.

c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.

Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

C. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja


jadi hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :

a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.

b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.

c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.

Dari penjelasan tersebut, sudah jelas bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.



Ciri-ciri organisasi Dan Unsur-unsur organisasi

Ciri-ciri organisasi
sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
Hubungan antar anggotanya tidak langsung (impersonal).pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

dari ciri ciri diatas kita bias membedakan mana yang  dapat disebut organisasi dan mana yg tidak dapat disebut organisasi.

Unsur – Unsur Organisasi
Unsur dasar yang membentuk suatu organisasi terdiri dari :
1. Anggota organisasi.
Yaitu, Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).
2. Pekerjaan dalam organisasi
Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tuguas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universal ;
Isi
Keperluan
Konteks
Praktik-praktik pengelolaan
 3.Stuktur Organisasi
Merujuk kepada hubungan-hubungan antara tugas-tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi. Struktur organisasi di tentukan oleh tiga variable kunci :
Kompleksitas
Formalisasi
Sentralisasi
Pedoman Organisasi



Kamis, 24 Juli 2014

Menghayati Pancasila sebagai Pandangan Hidup Dalam Bermasyarakat dan Bernegara

Latar Belakang Masalah
Pandangan hidup adalah sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang, begitu juga dengan berbangsa dan bernegara. Suatu negara harus memiliki pandagan hidup agar negara tersebut dapat berdiri dengan kokoh dengan tujuan yang jelas.Indonesia memiliki Pancasila yang dibuat dengan tujuan agar masyarakatnya mengikuti setiap nilai-nilai yang terdapat didalam Pancasila. Tidak hanya untuk diikuti tapi juga diterapkan dan dijadikan sebagai dasar dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas maka masalah yang muncul kemudian adalah:
1.      Gejala-gejala apa saja yang akan timbul apabila kita menyikapi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
2.      Apa pengaruh Pancasila dalam kehidupan bermaysrakat?

Tujuan Penulisan

Penulisan ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan baru yang mendasar dan menyeluruh mengenai cara memahami dan menyadari pentingnya nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dan bersikap positif terhadap nilai-nilai luhur itu dalam kehidupan sehari-hari.


 PEMBAHASAN
Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Kehidupan berbangsa pada dasarnya adalah cara hidup berbangsa. Dalam hal ini, merujuk pada cara hidup yang menampilkan perilaku membina, memperbaiki, dan membangun bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Adapun tantangan hidup berbangsa, yang datang dari dalam bangsa Indonesia sendiri, antara lain adalah munculnya gejala seperti:
·         Kecenderungan mementingkan kelompok sendiri (primordialisme),
·         Lunturnya sikap cinta tanah air dan cinta bangsa sendiri; menipisnya solidaritas dengan sesame warga sebangsa.
Sedangkan ancaman hidup berbangsa, yang datang dari luar bangsa Indonesia, antara lain adalah munculnya gejala seperti:
a.       Derasnya arus informasi dan budaya asing yang tidak sesuai dengan jati-diri budaya bangsa;
b.      Adanya upaya-upaya asing untuk memecah belah persatuan bangsa
c.       Adanya kejahatan lintas negara yang dapat merusak kehidupan bangsa seperti terorisme, narkoba, dan perdagangan manusia.
Tanpa identitas dan nilai-nilai bersama, bangsa Indonesia akan makin tercerai berai akibat makin menggejalanya sikap kesukuan (primordialisme) dan gempuran budaya asing.
            Identitas dan nilai-nilai bersama itulah yang disediakan oleh Pancasila. Melalui Pancasila, seluruh warga bangsa yang memiliki latar belakang beragam itu bisa menghayati kebersamaan.
            Kehidupan bernegara pada dasarnya adalah cara hidup bernegara. Dalam hal ini, merujuk pada cara hidup yang menampilkan perilaku membina, memperbaiki dan membangun negara berdasarkan Pancasila. Cara hidup seperti itu meliputi, antara lain kesediaan untuk:
a.       Menjaga dan mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b.      Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban sebagai warga negara;
c.       Berpartisipasi dalam berbagai proses dan tahapan penyelenggaraan negara secara bertanggung jawab.
Adapun tantangan hidup bernegara yang datang dari dalam negara Indonesia sendiri, antara lain adalah munculnya gejala, seperti:
·         Kecenderungan mementingkan daerah sendiri (regionalism/daerahisme);
·         Korupsi yang merajalela di berbagai sector kehidupan negara;
·         Masih rendahnya kesadaran hukum di kalangan penyelenggara negara maupun masyarakat;
Pancasila dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen sebagai dasar pengelolaan negara, baik melalui kegiatan pengelolaan negara yang dilakukan oleh penyelenggara negara maupun partisipasi warga negara.

 Pancasila Dalam Kehiduapan Bermasyarakat
            Masyarakat Indonesia ditandai oleh keanekaragaman, baik keanekaragaman yang bersifat vertical maupun horizontal.
            Keanekaragaman dalam dimensi vertical berarti keragaman masyarakat berdasarkan kekuasaan, dan ekonomi.
            Sedangkan keanekaragaman dalam dimensi horizontal berarti keragaman masyarakat berdasarkan budaya. Keanekaragaman masyarakat dalam dimensi horizontal ini sering disebut dengan istilah masyarakat majemuk.
            Konflik dalam masyarakat majemuk tak jarang menyangkut nilai-nilai dasar masyarakat. Dalam konflik semacam itu, para pelaku konflik umumnya melihat konflik sebagai ‘pertikaian habis-habisan’.
            Jadi, harus disadari bahawa kondisi keanekaragaman masyarakat Indonesia di satu sisi merupakan kekayaan; namun disisilain, potensial menimbulkan konflik. Bahkan, potensi tersebut telah berkali-kali muncul menjadi kenyataan.
            Keanekaragaman Indonesia ternyata berpotensi menimbulkan konflik. Pancasila berfungsi perlu didayagunakan. Dalam hal ini, Pancasila berisi nilai-nilai dasar sebagai landasan untuk mewujudkan kesatuan masyarakat.
            Pancasila perlu diresepkan oleh segenap warga masyarakat, sehingga mewarnai kehidupan konkret dalam bermasyarakat. Dengan begitu, kehidupan sehari-hari berbagai kelompok masyarakat makin menjauh dari kecenderungan alamiahnya, yaitu memupuk perasaan in-group, etnosentrisme, dan eksklusivme.
            Dengan demikian, meresepkan Pancasila berarti menyadari, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bersama di masyarakat, sesuai dengan tantangan zaman.
            Adapun tantangan yang cukup menonjol dalam kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini, sebagaimana bisa kita ketahui dari pemberitahuan media massa, terutama adalah lima hal berikut:
a.       Masih lemahnya kesediaan berbagai kelompok untuk menghargai keanekaragaman masyarakat;
b.      Adanya gejala pemaksaan kehendak oleh beberapa kelompok masyarakat kepada ;
kelompok lain, kadang melalui kekerasan dan tindakan anarkis;
c.       Masih kurangnya wadah untuk mewujudkan dialog dan kerja sama natarkelompok masyarakat demi terciptanya harmoni;
d.      Masih banyaknya kelompok masyarakat miskin dan pengangguran;
e.       Kepedulian sosial masyarakat kaya terhadap masyarakat miskin belum memadai, sehingga memunculkan kecemburuan sosial.
Kelima tantangan tersebut menjadi ujian bagi masyarakat Indonesia dalam meresapkan Pancasila.

PENUTUP
  Kesimpulan
Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas, maka dapat tarik kesimpulan sebagai berikut:
Pancasila berfungsi sebagai paradigma pembanguan, yaitu sebagai acuan, kiblat dan pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan. Kehiduapan bernegara pada dasarnya adalah cara hidup berbangsa. Dalam hal ini, merujuk pada cara hidup yang menampilkan perilaku membina, memperbaiki, dan membangun bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Masyarakat Indonesia ditandai oleh keanekaragaman, baik itu keanekaragaman dalam dimensi vertical maupun horizontal

REFERENSI

Franz Magnis-Suseno. 2001. Kuasa dan Moral. Jakarta : Gramedia
A.M.W. Pranarka. 1985. Sejarah Pemikiran Tentang Pancasila. Jakarta: CSIS
Sapto. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan SMP/MTS Kelas VIII. Jakarta: PT. Phibeta Aneka Gama